BlogLoyalitas

Loyalitas Tanpa Batas. Saya bertindak tidak untuk di tindas, Not For Capitalism !

Ini kisah Cinta Tragisku

5 Tahun Lebih sudah aku memendam rasa ini memendam perasaan ini padanya, si pujaan hati yang tak bisa untuk dimiliki.

Sulit sekali untuk mencintai orang selain pujaanku ini, bahkan jika aku berusaha mencintai dan dicintai orang lain, aku malah menjadi seperti sakit hati.. dan imbasnya kepada mereka yang mencintai aku, aku seperti orang yang acuh, tidak peduli, cuek dll. Maaf!

Dan anehnya, aku sebagai lelaki sampai saat ini tidak berani untuk mengungkapkan rasa cinta kepada pujaan hatiku ini.. Serasa ingin mengenal jauhh sejauh jauhnya. Pasalnya, dia pujaanku sudah ada yang memiliki, mungkin disebut teman aku sendiri tapi bukan teman akrab.. Sejak aku pertama mengenal dia padahal aku adalah orang pertama yang selalu berusaha mendekatinya (menurutku), tapi setelah itu… Dia datang dan mengambilnya.. Dan itu serasa Tidak adil ! . Mungkin karena aku tidak dicintai pujaan hati dan memilih si dia , atau memang aku tidak pernah mengunkapkan rasa ini!

3 tahun bersamanya di sebuah instansi Sekolah menengah pertama, serasa memiliki kenang-kenangan sendiri.. Meskipun aku bukan milik pujaan hatiku, tapi aku yakin aku adalah orang yang lebih sering bersamanya (meskipun tidak saling bertatap 4 mata) dibanding pujaan hatinya , dari kelas paling awal sampai kelas paling akhir.. Hingga kelas akhir semua anak ditentukan oleh prestasi, namun toh aku masih sekelas bersama pujaan hatiku di kelas kasta tertinggi, Alhamdulilah!

Namun ini awal mula hancur leburnya hatiku, Si Pujaan hatiku sekelas dengan pasangan hati tercintanya.. Aku hanya bisa merunduk, saat kemesraan itu mereka perlihatkan, hingga kejadian paling meyakitkan saat akau dihadapkan dua orang saling bercengkrama mesra aku ada ditengah tengahnya.. Sakit!
Menghindari wajah rasa cemburu, berusaha sekuat tenaga agar aku seperti aku yang sebenarnya.. Aku yang normal, berharap mukaku saat itu biasa saja, namun jangan tanyakan hatinya, plis ! (pertanyaan retoris)

Meskipun itu, hal yang paling aku ingat-ingat saat bersamanya adalah salinng mengolok-olok (cinta monyet) sebelum kami sekelas dengan dia.. Pujaan hatinya, bahkan kami memiliki panggilan khusus masing-masing.. Yang saat ini masih sangat aku ingat, bahkan mimik-mimik muka pada saat dia nyebut nama ini, dan yang paling aku tidak bisa lupain adalah kita pernah mendapat ranking yang sama, meskipun sebenarnya (aku lebih pinter sih) itu terbukti saat aku buka kembali daftar Nilai saat lulusan atau nilai UN akhir.. Nilai ku lebih tinggi dari dia.. Tapi kami memiliki Mapel keistimewaan masing-masing, dia pinter sekali Bahasa Jawa sementara aku pinternya di TIK.

Persamaan aku dengan si pujaan hatiku adalah, kita sama-sama memiliki adik yang umurnya sama.. Dia adiknya laki-laki dan aku adiknya Perempuan. Kita sama-sama memiliki panggilan khusus yang tidak semua teman-teman kita (termasuk pujaan hatinya) banyak yang tau, kita pernah ber-ranking sama saat meraup prestasi bersaing mencari jati diri.. Kita duduk di kelas yang sama dari pertama masuk sampai lulus, walau sempat diuji dengan pengelompokan menurut prestasi.

Perbedaanya aku dan pujaan hatiku adalah, kita beda perasaan, aku sangat mencintainya semenyara dia tidak mencintaiku (menurutku, tapi aku tidak tau orang tidak pernah nanya soal itu), sepertinya bedanya cuma itu.

Dan terakhir, yang dulunya Taaruf saling mengenal, pendekatan ada pertemuan pastinya ada perpisahan atau di Sekolah itu namanya Wisuda, dan hari itu “Terakhir aku melihat kamu” aku berharap saat itu hal yang istimewa, pas waktu itu aku hanya berdoa semoga aku berada di dekatnya di hari terakhir itu, bahkan doaku itu sempat aku katakan keras dan didengar teman aku di satu hari sebelum wisuda “Semoga bisa aku bisa dekat (dia) di hari terakhir (kemungkinan aku bisa melihatnya)” meski terlihat tidak realistis waktu itu karena nomor absen yang berjauhan, tapi aku yakin dihari terakhir itu aku bisa duduk berdekatan.
Dan Allah mengabulkan doaku, meski absen selisih tigabelas tapi aku bisa duduk depan-belakangan, aku duduk tepat di belakang si pujaan hati. Di hari terakhir itu aku hanya bisa diam menikmati keteganganku, tidak ada makanan (snack) yang ku makan saat itu.

Entah bagian apa hal yang bisa membuat aku terlalu mencintainya hingga seperti ini. Anehnya setiap tahun rasa ini malah semakin berat.. Semakin jarang ketemu semakin besar rasa Cinta ini.

Dan aku tidak berharap apa-apa untuk Pujaan hatiku, termasuk dia tau soal perasaan yang aku punya.
Jika memang dia hahagia dengan pujaan hatinya, aku hanya bisa ikut bahagia dan aku akan mencari cintaku sendiri. Selamat berbahagia, Aku tak akan pernah melupakanmu!

TERUS BERLARI, TAK KENAL PATAH HATI ASAL KAU SENANG KU BAHAGIA.

Aku berusaha menulis di blog ini agar aku tidak memendam rasa ini sendiri, paling tidak ada satu-dua orang yang menjadi saksi tertulisnya catatan ini , dan beberapa tahun lagi, 5 tahun, 10 tahun , 20 tahun bahkan bila aku tua nanti aku masih bisa membaca catatan ini, bahkan sampai aku mati nanti biarkan anak cucu membaca tulisan ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 9, 2014 by in Uncategorized.

Navigasi

%d blogger menyukai ini: